Diskominfo KutimKutai TimurOlahraga

NCS Boulder–Speed Sangatta 2026 Jadi Ajang Atlet Kutim Menimba Pengalaman dari Pesaing Nasional

Korsa.id, Sangatta – Persaingan dengan atlet dari berbagai daerah menjadi kesempatan bagi atlet panjat tebing Kutai Timur (Kutim) untuk mengasah kemampuan dan menambah pengalaman bertanding. Kehadiran atlet nasional dalam National Climbing Series (NCS) ke-3 Boulder–Speed Sangatta 2026 diharapkan mampu memacu semangat atlet lokal untuk berkembang dan meraih prestasi lebih tinggi.

Kejuaraan yang berlangsung pada 9–14 Oktober 2026 itu diikuti 222 atlet dari 44 klub atau perwakilan daerah yang berasal dari 10 provinsi di Indonesia. Selain menjadi ajang adu kemampuan, kompetisi ini juga membuka peluang bagi atlet Kutim untuk melihat langsung kualitas persaingan di tingkat nasional.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, saat membuka kejuaraan tersebut, berharap para atlet daerah dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan, baik di kelompok junior maupun senior.

“Saya berharap momen kejuaraan ini bisa lebih lebih meningkatkan prestasi, dan memberikan semangat kepada para atlet mulai dari junior sampai senior,” ujar Ardiansyah.

Menurutnya, kesempatan bertanding melawan atlet dari berbagai daerah perlu dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pembinaan. Pengalaman menghadapi lawan dengan kemampuan berbeda diharapkan menjadi bekal bagi atlet Kutim untuk mengevaluasi kekurangan sekaligus meningkatkan kualitas latihan.

Ardiansyah juga memberikan perhatian terhadap aktivitas pembinaan yang selama ini berjalan di arena panjat tebing Kutim. Ia menilai rutinitas latihan yang dilakukan para atlet, bahkan hingga malam hari, menunjukkan adanya semangat untuk terus mengembangkan kemampuan.

Namun, semangat tersebut perlu didukung fasilitas yang terawat dan layak digunakan. Karena itu, Ardiansyah meminta pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kutim menjaga kondisi arena latihan melalui pemeliharaan dan perbaikan secara berkala.

Dukungan fasilitas menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan agar para atlet dapat berlatih secara optimal dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.

Ketua Umum Pengkab FPTI Kutim, Aji Fahriza Hakim, mengatakan kejuaraan ini menjadi wadah bagi para atlet untuk menguji kemampuan sekaligus meningkatkan prestasi melalui persaingan di tingkat nasional.

Dari total 222 peserta, sebanyak 127 atlet merupakan putra dan 95 atlet putri. Menariknya, kompetisi ini juga melibatkan 40 atlet kategori U11 atau kelompok usia 7–10 tahun.

Keterlibatan atlet usia dini tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan regenerasi panjat tebing. Dengan mengikuti kompetisi sejak usia muda, para atlet diharapkan mulai terbiasa menghadapi atmosfer pertandingan dan memiliki pengalaman untuk berkembang pada jenjang berikutnya.

Kejuaraan NCS seri ketiga ini sekaligus menjadi penutup rangkaian kompetisi tahun 2026. Pelaksanaannya dirangkaikan dengan Bupati Cup V Kutim sebagai bagian dari kemeriahan peringatan HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur.

Ardiansyah berharap kompetisi ini tidak hanya melahirkan persaingan yang sehat, tetapi juga mendorong para atlet untuk lebih disiplin berlatih, menjaga sportivitas, dan terus meningkatkan kemampuan.

Ia pun berharap kejuaraan panjat tebing tersebut dapat kembali dilaksanakan tahun depan melalui Bupati Cup VI Kutim, sehingga kesempatan bagi atlet daerah untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan dapat terus berlanjut.(ir/Ak/As)

Baca Juga

Back to top button