NCS Seri Ketiga Hadir di Sangatta, 222 Atlet Panjat Tebing dari 10 Provinsi Unjuk Kemampuan

Korsa.id, Sangatta – Sangatta menjadi tempat berkumpulnya atlet panjat tebing dari berbagai daerah di Indonesia dalam ajang National Climbing Series (NCS) ke-3 Boulder–Speed Sangatta 2026. Kompetisi yang digelar pada 9–14 Oktober 2026 ini sekaligus menambah kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Sebanyak 222 atlet ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Mereka berasal dari 44 klub atau perwakilan daerah yang mencakup 10 provinsi di Indonesia, dengan komposisi 127 atlet putra dan 95 atlet putri.
Ketua Umum Pengkab Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kutim, Aji Fahriza Hakim, mengatakan kompetisi ini menjadi kesempatan bagi para atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman menghadapi persaingan di tingkat nasional.
“Dari laporan panitia, jumlah pesertanya sekitar 222 atlet, terdiri dari 127 atlet putra dan 95 atlet putri. Mereka berasal dari 44 klub atau perwakilan daerah yang mencakup 10 provinsi,” ujar Reza, panggilan akrabnya.
Bagi Kutim, kehadiran peserta dari berbagai provinsi menjadi kesempatan untuk memperkenalkan daerah melalui penyelenggaraan kompetisi olahraga berskala nasional. Di sisi lain, para atlet juga memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam nomor boulder dan speed.
NCS ke-3 di Sangatta merupakan seri penutup kompetisi nasional panjat tebing tahun 2026. Sebelumnya, rangkaian kejuaraan tersebut telah berlangsung di Tangerang dan Manado sebelum akhirnya digelar di Kutim.
Pelaksanaan NCS kali ini juga dipadukan dengan Bupati Cup V Kutim. Perpaduan kedua agenda tersebut membuat peringatan hari jadi kabupaten diisi dengan kegiatan olahraga yang melibatkan peserta dari luar daerah.
Tak hanya diikuti atlet senior, kejuaraan ini juga memberikan ruang bagi atlet muda untuk merasakan atmosfer kompetisi. Tercatat sebanyak 40 atlet masuk kategori U11, yakni kelompok usia 7–10 tahun.
Keterlibatan peserta usia dini menjadi bagian dari upaya mendorong regenerasi atlet panjat tebing. Pengalaman bertanding sejak usia muda diharapkan membantu mereka membangun kepercayaan diri, mengenali kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi pada jenjang berikutnya.
Selain menjadi ajang persaingan, pertemuan atlet dari berbagai daerah juga membuka kesempatan untuk saling mengenal dan berbagi pengalaman dalam olahraga panjat tebing.
Penyelenggaraan kejuaraan nasional di Sangatta diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga panjat tebing di Kutim. Dengan semakin banyaknya kompetisi dan kesempatan bertanding, pembinaan atlet daerah diharapkan terus berkembang dan mampu melahirkan atlet berprestasi pada masa mendatang.(Put/Ak/As)
