Diskominfo KutimKutai Timur

Diskop UKM Pastikan Pembinaan Koperasi Dilakukan Merata, Tak Hanya di Wilayah Kota

Korsa.id, Kutai Timur – Permasalahan koperasi tidak sehat di Kabupaten Kutai Timur tidak hanya terjadi di wilayah tertentu, melainkan merata di seluruh 18 kecamatan. Data tersebut terungkap setelah pemetaan digital dilakukan melalui Sistem Informasi Kelembagaan dan Pengawasan (SIGEP) oleh Diskop UKM Kutim.

Kabid Kelembagaan dan Pengawasan, Firman Wahyudi, mengatakan beberapa kecamatan seperti Sangatta Utara berada pada tingkat tertinggi, namun kecamatan lain pun tidak terlepas dari masalah serupa. Beragam faktor penyebab ditemukan, mulai dari tidak aktifnya pengurus, minimnya kegiatan usaha, lemahnya administrasi hingga tidak adanya laporan RAT secara berkala.

“Di kecamatan lain, persoalan yang muncul umumnya berkaitan dengan tidak aktifnya pengurus, tidak adanya kegiatan usaha, serta ketidakmampuan koperasi memenuhi standar administrasi,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).

Kondisi wilayah yang luas dan akses geografis yang beragam turut menjadi tantangan dalam pengawasan. Beberapa koperasi sulit dipantau karena berada jauh dari pusat pemerintahan.

Namun dengan SIGEP, peta kondisi koperasi kini lebih jelas. Pemerintah dapat memetakan titik rawan dan menentukan wilayah prioritas secara bergilir agar pembinaan tidak hanya terfokus di kota. Program pendampingan, penyuluhan manajemen kelembagaan dan evaluasi administrasi akan dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan.

Firman menargetkan dalam beberapa tahun ke depan, angka koperasi tidak sehat dapat ditekan hingga mencapai standar ideal. “Dengan pendekatan menyeluruh dan dukungan sistem informasi, pembinaan akan lebih cepat, akurat dan merata,” pungkasnya.(Adv)

Baca Juga

Back to top button