UMKM Olahan Ikan Kutim Dituntut Adaptif Hadapi Naik-Turun Pasokan

Korsa.id, Kutai Timur – Di balik berkembangnya sektor olahan ikan di Kutai Timur, terdapat tantangan besar yang harus dihadapi pelaku usaha, yakni pasokan bahan baku ikan yang tidak selalu stabil. Kepala Dinas Perikanan Kutim, Yuliansyah, menekankan bahwa produksi olahan ikan sangat bergantung pada kondisi laut dan aktivitas penangkapan nelayan. Ketika hasil tangkapan tinggi, UMKM bisa meningkatkan produksi. Namun saat pasokan menurun, produksi harus diturunkan agar stok tidak terbuang.
“Kalau bahan baku banyak, produksi maksimal. Tapi kalau pasokannya menurun, UMKM harus menyesuaikan kapasitas,” jelasnya.
Faktor cuaca ekstrem, musim gelombang tinggi, hingga keterbatasan alat penangkapan menjadi penyebab utama fluktuasi pasokan ikan. Untuk mengurangi risiko produksi terhenti, banyak pelaku usaha memilih mengolah ikan menjadi abon dan amplang karena lebih tahan lama dan tidak cepat rusak.
Dinas Perikanan juga tengah membenahi sistem rantai pasok melalui peningkatan fasilitas cold storage dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), agar nelayan dapat menyalurkan hasil tangkap secara lebih cepat dan terkontrol. Dengan distribusi bahan baku yang stabil, UMKM dapat menjaga kualitas dan kontinuitas produksi.
Selain itu, pemerintah melakukan evaluasi rutin terkait kebutuhan industri olahan agar pasokan dapat dipetakan dengan lebih baik. Upaya ini diharapkan mampu menjaga ritme produksi dan mencegah terjadinya kekosongan komoditas.
Selama koordinasi antara nelayan, UMKM, dan pemerintah terjalin baik, industri olahan ikan Kutai Timur diperkirakan akan terus bertumbuh dan mampu memperluas jangkauan pasar hingga luar daerah.






