DPRD KaltimRagam

Salehuddin Nilai Pers Miliki Peran Strategis Dalam Demokrasi di Kaltim

Korsa.id, Samarinda – DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mengingatkan pentingnya menegakkan etika dan hukum dalam kerja jurnalistik, terutama di tengah derasnya arus transformasi digital.

Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, menilai pers memegang peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi, namun tidak boleh sembarangan.

Menurutnya, meski jurnalis punya fungsi pengawasan sosial, tugas itu wajib dibarengi tanggung jawab moral dan verifikasi ketat.

“Jurnalis tidak hanya berkaitan dengan penyampaian berita, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral dalam menjaga hak-hak individu. Informasi yang disebarluaskan harus melalui proses verifikasi dan pertimbangan etis,” tuturnya.

Baca juga : Pelatihan Jurnalistik Bagi PA Tenggarong dan LPPL RPK Resmi Ditutup

Salehuddin menyoroti tren penyebaran konten di media sosial yang sering kali menyerempet ranah privasi tanpa memahami batasan hukum.

“Ada anggapan keliru bahwa setiap hal yang viral otomatis layak disebut sebagai berita. Padahal, jika tidak melalui penyaringan informasi yang akurat dan bertanggung jawab, hal itu justru bisa menimbulkan dampak negatif, terutama jika menyangkut data pribadi seseorang,” jelasnya.

Ia mengingatkan, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sangat tegas mengatur perlindungan data pribadi, terutama Pasal 26 dan 27.

“Penyebaran identitas atau informasi pribadi tanpa persetujuan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran hukum. Ini harus menjadi perhatian, terutama di tengah budaya digital yang cenderung serba cepat dan tanpa filter,” tegas Salehuddin.

Baca juga : Pengadilan Agama dan LPPL RPK Ikuti Pelatihan Jurnalistik dan Media Digital

Politisi ini menilai pers bukan hanya sekadar pembawa berita, tetapi juga penjaga nilai etis komunikasi publik dan jembatan aspirasi rakyat.

Di tengah banjir informasi, ia mendorong peningkatan literasi digital agar masyarakat mampu memilah informasi yang benar.

“Kita bisa memperkuat kesadaran masyarakat lebih kritis dan selektif. Mulailah dengan memilih media resmi yang dikelola oleh jurnalis profesional dan berkompeten,” ucapnya.

Salehuddin berharap jurnalis Kaltim, khususnya generasi muda, terus meningkatkan profesionalisme dan menjadikan etika sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas mulia sebagai penghubung antara masyarakat dan negara. (Put/Qad-Adv)

Baca Juga

Back to top button