DPRD Kaltim Perjuangkan Nasib PPG, Minta Data Rinci Alumni
Korsa.id, Samarinda – Komisi IV DPRD Kalimantan Timur menerima audiensi alumni Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru gelombang II Tahun 2024 di wilayah Kaltim, yang berlangsung di Gedung D lanti III Kantor DPRD Kaltim, Senin (14/10/2025).
Dalam audiensi tersebut, Anggota DPRD Kaltim menyoroti ironi penempatan dinas, meskipun alumni PPG memiliki sertifikasi dan standar guru nasional, sebanyak 241 orang dilaporkan terhambat penempatannya, bahkan ada yang terpaksa bekerja sebagai ojek online.
Menanggapi persoalan itu, Anggota Komisi IV, Fadly Imawan, mengungkapkan kekhawatiran dewan terhadap nasib para lulusan PPG yang seharusnya menjadi aset daerah.
“Sejak lulus PPG, mereka ada yang bekerja sebagai ojek online, mengajar les privat, hingga mengajar di sekolah swasta dan pesantren. Tentu, sebagian dari profesi itu tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang mereka dapat,” sebutnya,” sebut Fadly.
Baca juga : Lantik Pengurus Baru FKMK PPU, Sekda Tohar Minta Jadikan Organisasi Sebagai Forum Silaturahmi
Menurutnya, kemampuan dan kualifikasi mereka sangat diperlukan dalam meningkatkan kualitas SDM di Kalimantan Timur
Koordinator Alumni PPG, Rahmat Nur, membenarkan adanya tumpang tindih birokrasi yang menjadi kendala.
“Kami sudah berkomitmen sejak awal untuk mengabdi di Kaltim, tapi belum ada kejelasan mekanisme penempatan. Tidak sedikit lulusan PPG calon guru yang menganggur karena tidak ada kejelasan seleksi CASN ke depan,” keluhnya.
Menanggapi hal ini, Komisi IV mendorong Pemprov Kaltim menjadikan alumni PPG sebagai sumber utama pemenuhan tenaga guru melalui jalur meritokrasi atau penghargaan berdasarkan prestasi.
Selain itu, Darlis Pattalongi meminta Ikatan Alumni PPG segera menyerahkan data rinci preferensi dan kualifikasi anggotanya.
Baca juga : Pansus Pendidikan Fokus Pada Kesejahteraan Guru dan Pembentukan Karakter
“Meminta data rinci dari Ikatan Alumni PPG terkait preferensi dan kualifikasi alumni yang siap mengabdi di Kaltim. Kemudian, data tersebut dikoordinasikan kepada Disdikbud Kaltim untuk disinkronkan dan ditindaklanjuti,” jelas Darlis.
Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan kesiapan dinas. Ia mengakui sebaran guru di Kaltim mencapai 11 ribu orang dengan kebutuhan yang terus berubah.
“Alumni PPG telah menjadi prioritas dalam rekrutmen PPPK dan siap ditempatkan di wilayah mana pun sesuai kebutuhan,” katanya.
Komisi IV mendesak Disdikbud untuk segera melakukan pemetaan kebutuhan guru secara rinci di seluruh Kaltim, agar penyaluran alumni PPG yang berkualitas dapat dilakukan secara efisien, demi mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah. (Put/Qad-Adv)






