BeritaKaltimOlahraga

Dispora Ajak Masyarakat Mengenal NPCI, 300 Atlet Disabilitas Kaltim Torehkan Prestasi Nasional

Korsa.id, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) mengajak masyarakat lebih dekat mengenal National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), organisasi yang menaungi para atlet disabilitas di Benua Etam. Upaya ini sekaligus menegaskan peran penting NPCI dalam pembinaan olahraga penyandang disabilitas yang selama ini kerap kalah populer dibanding Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kaltim, AA Bagus Surya Saputra Sugiarta, menjelaskan NPCI telah mengalami perjalanan panjang sejak awal berdiri pada 1962 dengan nama Yayasan Pembina Olahraga Cacat (YPOC). Nama tersebut sempat berganti menjadi Badan Pembina Olahraga Cacat (BPOC) sebelum akhirnya menyesuaikan dengan keputusan International Paralympic Committee (IPC) pada 2010 dan resmi menjadi NPCI.

“NPCI punya peran strategis dalam mengidentifikasi, mendampingi, membina, dan melatih penyandang disabilitas agar bisa menjadi atlet berprestasi yang menginspirasi,” ujar Bagus di Kantor Dispora Kaltim, Samarinda.

Dalam pembinaannya, NPCI memiliki tujuh klasifikasi atlet disabilitas, yaitu amputee (tuna daksa), paraplegia, les autres (cacat mobilitas), cerebral palsy, tuna netra, tuna grahita, dan tuna rungu wicara. Cabang olahraga pun diadaptasi agar sesuai dengan kondisi para atlet.

Kategori pertandingan meliputi atlet kursi roda, tuna netra, cerebral palsy hingga amputasi anggota tubuh. “Keberadaan atlet disabilitas ini bukan hanya untuk prestasi, tapi juga jadi pemicu semangat bagi masyarakat umum,” jelas Bagus.

Saat ini NPCI Kaltim dipimpin Suharyanto periode 2023–2028 dengan sekretariat di Balikpapan. Organisasi ini menaungi sekitar 300 atlet disabilitas dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim.

Pada ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII 2024 di Solo, NPCI Kaltim berhasil naik peringkat nasional dari posisi 15 ke 13 besar. Prestasi itu ditorehkan dengan raihan 38 medali, terdiri dari 7 emas, 13 perak, dan 18 perunggu.

“Ini bukti nyata perhatian pemerintah Kaltim terhadap atlet disabilitas. Prestasi mereka membawa nama daerah dan jadi inspirasi bagi banyak orang,” tegas Bagus.

NPCI Indonesia juga tercatat sebagai anggota di berbagai organisasi internasional, mulai dari ASEAN Para Sports Federation (APSF), Asian Paralympic Committee (APC), hingga International Paralympic Committee (IPC).

Sementara itu, cabang olahraga yang dipertandingkan di bawah NPCI meliputi sedikitnya 19 cabang, antara lain atletik, bulutangkis, tenis meja, renang, angkat berat, basket kursi roda, goalball tuna netra, hingga voli duduk.

“Intinya, NPCI ini punya perjalanan panjang, diperkuat regulasi negara, dan harus mendapat perhatian setara dengan organisasi olahraga lainnya. Atlet disabilitas kita sudah membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk meraih prestasi,” pungkas Bagus mewakili Kepala Dispora Kaltim, HM Agus Hari Kesuma.(Adv)

Baca Juga

Back to top button