Sertifikasi KKNI Level 4 Resmi Digelar, Langkah Strategis Dongkrak Kualitas Tenaga Kerja Lokal
Korsa.id, Sangatta – Standardisasi kompetensi melalui Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level 4 kini menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam menjawab tantangan serapan kerja industri.
Pelatihan dan sertifikasi metodologi KKNI Level 4 bagi instruktur serta Pelatihan Peningkatan Produktivitas UMKM ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Kutai Timur, Mahyunadi, di Hotel Zenova Royal, Jalan Protokol Sangatta, pada Senin (12/10/2026).
Program strategis yang diinisiasi oleh Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari hingga 16 Oktober 2026.
Agenda tersebut dirancang khusus sebagai solusi atas persoalan klasik di daerah, yakni masih tingginya serapan tenaga kerja luar akibat minimnya sertifikasi dan kesesuaian skill tenaga kerja lokal dengan standar industri.
Dalam sambutannya, Wabup Mahyunadi menegaskan bahwa Pemkab Kutim secara konsisten mengawal implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Serapan Tenaga Kerja Lokal, yang mewajibkan perusahaan mengalokasikan minimal 80 persen porsi kerja bagi warga setempat.
Baca juga :Ā Meski Minat Rendah, Disnaker Tetap Dorong Perusahaan Perkebunan Sawit Prioritaskan Warga Lokal
Kendati demikian, Mahyunadi tidak menampik bahwa pihak korporasi kerap berdalih mengenai minimnya kesesuaian keahlian calon pekerja lokal dengan kebutuhan operasional di lapangan.
“Kita mau maksa tapi ini Perda, karena Perda itu pasti ada reward dan ada punishment, ada sanksi kalau melanggar Perda itu. Tapi kita mau paksakan, perusahaan punya alasan bahwa skill tidak sesuai. Nah, di sinilah menjadi penting acara pelatihan dan sertifikasi metodologi Level 4 ini, karena di sinilah nanti yang menyiapkan skill-mua masyarakat Kutai Timur yang bisa bekerja pada perusahaan,” tegas Mahyunadi.
Selain fokus pada sektor formal, orang nomor dua di Pemkab Kutim ini turut menekankan urgensi membangun kemandirian ekonomi masyarakat guna mengantisipasi era pasca-tambang.
Kehadiran pelatihan produktivitas UMKM diharapkan mampu melahirkan wirausaha-wirausaha tangguh yang cakap mengelola potensi daerah secara berkelanjutan.
Baca juga :Ā Disnakertrans PPU Latih Warga Jadi Penjahit dan Penata Rias Bersertifikat
Kepala Distransnaker Kutim, Sulisman, dalam laporan penyelenggaraannya menyampaikan bahwa kegiatan ini didanai melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Distransnaker. Program ini menyasar para instruktur Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) swasta serta para pelaku UMKM agar memiliki standar kualifikasi yang jelas dan terukur.
“Tujuan kegiatan ini, untuk meningkatkan kompetensi instruktur lembaga pelatihan kerja swasta dan kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan yang terarah, terukur dan sesuai dengan kebutuhan,” ungkap Sulisman.
Untuk memastikan kualitas materi berjalan optimal, panitia mendatangkan narasumber ahli, yakni Eyen Harianto selaku spesialis metodologi Level 4 asal Jawa Barat, serta Rido dari Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda untuk materi peningkatan produktivitas. Acara pembukaan tersebut kemudian ditutup secara simbolis dengan penyematan tanda peserta oleh Wabup Mahyunadi kepada perwakilan peserta. (Put/As-Adv)


