DesaDiskominfo KutimKutai Timur

Desa Bukit Harapan Peringati 36 Tahun Perjalanan Transmigrasi, Perkembangan Semakin Pesat

Korsa.id, Kaliorang – Desa Bukit Harapan, Kecamatan Kaliorang, dipenuhi suasana hangat dan penuh kekeluargaan saat masyarakat merayakan 36 tahun kedatangan para transmigran pertama.

Para pendatang dari Jawa yang tiba pada 1989 menjadi fondasi awal pembangunan desa, membuka harapan baru yang kini menjelma menjadi kawasan yang hidup dan berkembang cepat.

Perayaan dengan tema “Mewujudkan Desa Bukit Harapan Mandiri Menuju Kutim Hebat” dibuka dengan penampilan Tari Padupa dan Tari Ratoh. Warga lintas generasi memadati lokasi acara, menambah semarak suasana yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna sejarah.

Ketua panitia, Afif Amrullah, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kesempatan untuk kembali meneguhkan sejarah panjang perjalanan Desa Bukit Harapan dan menghormati perjuangan para perintis transmigrasi.

Baca juga : Punya Pontensi SDA Mumpuni, Kaliorang Bisa Dukung Klaster “Economic Superhub”

“Melalui dana desa, kami mendukung berbagai kegiatan seperti lomba, hiburan rakyat, bakti sosial hingga pentas seni. Semangat gotong royong dan kebersamaan masih sangat kuat melekat di desa ini. Inilah cara kami merawat silaturahmi,” ucapnya beberapa hari lalu.

Kepala Desa Bukit Harapan, Heri Wibowo, mengakui bahwa perjalanan panjang selama 36 tahun membawa perubahan signifikan bagi wilayah tersebut.

“Ini bukan waktu yang singkat. Setiap tahun desa terus berkembang. Kondisi saat ini jauh lebih baik dibanding masa awal kami membangun kawasan ini,” tuturnya.

Camat Kaliorang, Rusnomo, yang turut menjadi bagian dari sejarah transmigrasi, juga membagikan pengalamannya saat mendampingi warga dari Yogyakarta dan Semarang pada 1989.

Baca juga : Harapan Ketua DPRD Kutim Terkait Sulitnya Warga Dapatkan BBM Bersubsidi

“Perjalanan 36 tahun ini penuh tantangan. Tapi lima sampai enam tahun terakhir, perkembangan desa-desa di Kaliorang sangat cepat. Jalan SP4 dan SP3 sudah ditimbun dan jaringan infrastruktur mulai terbuka,” jelasnya.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi perjalanan panjang Bukit Harapan yang merupakan lokasi transmigrasi tertua di Kutim.

“Atas nama pemerintah, saya mengucapkan selamat kepada seluruh warga. Transmigrasi di Bukit Harapan tahun 1989 menjadi tonggak awal yang membawa desa ini hingga seperti sekarang,” kata Ardiansyah.

Ia menegaskan bahwa perkembangan Bukit Harapan sangat terlihat nyata. “Di bukit ini, ada banyak harapan. Ada taman, UMKM, dan geliat ekonomi yang nyata. Pemerintah akan terus membangun karena setiap pembangunan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Baca juga : Ardiansyah Hadiri Pelantikan KBPP Polri Sektor Kaliorang & Kaubun

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan penghargaan kepada para pelopor transmigrasi yang ia sebut sebagai “saksi sejarah” lahirnya Bukit Harapan.

Acara ditutup dengan ramah tamah bersama warga. Harapannya, kemitraan antara Pemkab Kutim dan Desa Bukit Harapan dapat terus diperkuat untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan menuju Kutim Hebat. (Rls/Qad-Adv)

Baca Juga

Back to top button