
Korsa.id, Samarinda – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kalimantan Timur (Kaltim) XVII yang semestinya digelar pada 2023, akhirnya dipastikan baru terlaksana pada Oktober 2025 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Penundaan selama dua tahun ini dijelaskan oleh Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading, karena sejumlah faktor teknis, administrasi, hingga situasi politik.
“POPDA Kaltim XVII seharusnya 2023 di PPU, setelah POPDA XVI selesai 2022 di Paser. Namun karena faktor teknis, administrasi, dan situasi politik, akhirnya disepakati ditunda hingga 2025,” ujar Rasman di Kantor Dispora Kaltim, Gedung Kadrie Oening Tower, Samarinda.
Rasman menjelaskan, tahun 2023–2024 merupakan masa tahun politik yang penuh agenda, mulai dari Pemilu Presiden, Pileg, hingga Pilkada. Kondisi itu dinilai rawan jika POPDA tetap dilaksanakan, sebab bisa dimanfaatkan pihak tertentu untuk kepentingan politik.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengalami efisiensi anggaran, sehingga penyelenggaraan kegiatan besar seperti POPDA belum memungkinkan.
“Dua tahun lalu tidak memungkinkan dilaksanakan, baik karena tahun politik maupun efisiensi anggaran di pemkab, pemkot, bahkan di Dispora Kaltim sendiri,” jelasnya.
Keterbatasan anggaran juga membuat jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan di POPDA kali ini berkurang. Dari total 21 cabor di POPNAS, hanya 14 cabor yang akan dilaksanakan.
Adapun 14 cabor POPDA Kaltim XVII 2025. yakni Atletik, Balap sepeda, Bola basket, Bola voli, Bulu tangkis, Karate, Menembak, Panahan, Pencak silat, Renang, Senam artistik, Sepak bola, Taekwondo dan Tinju.
Selain itu, ada dua cabor ekshibisi usulan daerah, namun tidak masuk dalam perolehan medali.
Dispora menegaskan bahwa peserta POPDA dibatasi hanya untuk atlet pelajar berusia maksimal 17 tahun, yakni mereka yang lahir mulai 1 Januari 2008 dan masih aktif bersekolah.
“Statusnya harus siswa, bukan atlet profesional. Tujuan POPDA adalah menjaring talenta muda dari daerah untuk dibina menuju jenjang yang lebih tinggi,” tegas Rasman.
Dengan kembalinya POPDA pada 2025, pemerintah berharap ajang ini bisa menjadi wadah silaturahmi antardaerah sekaligus sarana pembinaan atlet muda menuju tingkat provinsi hingga nasional.(Adv)






