Diskominfo KutimEkonomiKutai Timur

BRIDA Kutim Dampingi Inovasi SIGAP Koperasi Menuju Level Nasional

Kora.id, Samarinda – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) melalui Peneliti Ahli Pertama BRIDA Kutai Timur, Bagus Rai Wibowo, menegaskan komitmen lembaganya dalam mengawal pematangan inovasi SIGAP Koperasi milik Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kutim.

Pendampingan ini merupakan bagian dari persiapan mengikuti ajang Inovasi Kreativitas Pelayanan Perangkat Daerah (PEPES IKAN PEDA) Provinsi dan Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Balitbangda Provinsi Kaltim, Jalan MT. Haryono, Samarinda, Kamis (8/10/2026).

Dalam proses pengembangannya, BRIDA bertindak sebagai fasilitator dan pendamping inovasi, sementara pembangunan teknis aplikasinya dipercayakan kepada tim ahli yang bertugas menerjemahkan kebutuhan di lapangan.

Tim ahli aplikasi SIGAP Koperasi menjelaskan bahwa pengembangan sistem saat ini difokuskan pada penambahan fitur agar informasi mengenai koperasi tersaji lebih komprehensif.

Jika sebelumnya hanya menampilkan data dasar dan titik koordinat, ke depan pengguna bisa melihat rincian data seperti jumlah anggota, jenis kelamin, hingga informasi penting lainnya dalam satu aplikasi terpadu.

Baca juga :Ā BRIDA Kutim Hasilkan Kajian Ilmiah, Bibit Sawit Ilegal Ancam Kerugian Petani Hingga 40 Persen

Tidak hanya sebatas penyajian data, aplikasi ini juga diproyeksikan sebagai instrumen pemantauan kesehatan koperasi guna menyaring serta mencegah potensi permasalahan di Kutai Timur, sekaligus memetakan mana koperasi yang aktif maupun yang butuh pembinaan lanjutan.

Dari sisi pelayanan publik, fitur pengaduan, pendaftaran, dan permintaan informasi turut dioptimalkan. Bahkan, pengembang menyiapkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) dan chatbot agar masyarakat dapat mengakses data sebaran koperasi dengan jauh lebih mudah dan cepat.

Menjelaskan lebih lanjut, Bagus Rai Wibowo menyebutkan bahwa posisi BRIDA adalah memastikan setiap inovasi daerah memiliki keberlanjutan dan tidak berhenti di tengah jalan.

“BRIDA sebagai fasilitator inovasi di Kabupaten Kutai Timur. Setiap inovasi mendapatkan pendampingan agar arahnya terarah. Kami mendampingi dan memberikan masukan kepada inovator, sedangkan tim ahli yang mengembangkan aplikasi sesuai dengan kebutuhan inovator,” jelas Bagus.

Baca juga :Ā Disdikbud Kutim Kembali Berlakukan Pembelajaran Tatap Muka, Usai Kualitas Udara Membaik

Berkat pendampingan intensif tersebut, SIGAP Koperasi kini dipersiapkan melangkah ke level yang lebih tinggi. Selain berkompetisi di tingkat daerah dan provinsi, inovasi ini juga telah didaftarkan dalam penilaian Innovative Government Award (IGA) tingkat nasional.

Ke depannya, SIGAP Koperasi ditargetkan dapat terintegrasi langsung dengan sistem data kementerian. Langkah ini diharapkan mampu memangkas proses administrasi manual, mulai dari pembaruan data, pelaporan, hingga pengusulan penutupan koperasi yang sudah tidak aktif.

Bagi BRIDA dan tim pengembang, pencapaian kompetisi bukanlah garis finis. Kolaborasi erat antara Diskop UKM sebagai pemilik program, BRIDA sebagai fasilitator, dan tim ahli di bidang teknologi diharapkan mampu membuat SIGAP Koperasi terus hidup dan mengharumkan nama Kabupaten Kutai Timur hingga kancah nasional. (Put/As-Adv)

Back to top button