Aidil Fitri Perjuangkan Jembatan dan Jalan di Telen Masuk Program Tahun Jamak
Korsa.id, Sangatta – Perjuangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Aidil Fitri. Agar pembangunan infrastruktur di Kecamatan Telen dapat melesat dan mengimbangi daerah lain, membuahkan hasil.
Salah satunya terlihat dari masuknya dua infrastruktur di daerah pemilihannya, masuk dalam skema tahun jamak (Multi Years Contract – MYC).
Infrastruktur yang diperjuangkan mencakup pembangunan jembatan penghubung desa terisolasi dan kelanjutan pembangunan jalan poros utama Simpang Baturedi. Total keseluruhan anggaran yang telah disiapkan untuk kedua proyek vital ini mencapai Rp91,7 miliar dalam MYC.
Aidil Fitri menegaskan bahwa Kecamatan Telen adalah satu-satunya wilayah di Dapil 4 yang belum terintegrasi, di mana delapan desa terpisah oleh dua sungai utama, yakni Sungai Telen dan Sungai Marah.
“Di Kecamatan Telen ada delapan desa. Satu sama lain terpisah. Setelah itu, Sungai Marah memisahkan empat desa lagi, yaitu Long Melah, Long Segar, Kernyanyan, dan Long Noran,” jelas Aidil Fitri.
Baca juga : Jembatan Telen Dilanjutkan Secara Bertahap, PUPR Pastikan Progres Sesuai Target
Selama ini, masyarakat terpaksa bergantung pada kapal feri untuk penyeberangan, yang menimbulkan masalah serius.
Mulai dari membengkaknya biaya transportasi lantaran harus menggunakan penyeberangan feri, membuat harga jual hasil perkebunan selisih jauh jika dibandingkan dengan TBS di Kecamatan Muara Wahau maupun Kongbeng.
“Tidak adanya jembatan membuat harga sembako di Telen melambung, untuk harga LPT 12 Kg di Muara Wahau Rp230 ribu, sampai di Long Melah dan sekitarnya bisa sampai Rp290 ribu,” tambahnya.
Selain terjadinya disparitas harga, penggunaan kapal fery sebagai aktivitas penyebrangan warga juga mengandung risiko, mulai dari kapal karam hingga kapal yang tidak beroperasi 24 jam.
Baca juga : Segera Digarap, Sejumlah Lokasi dan Rencana Pembangunan di Telen Ditinjau Bupati
“Alhamdulilah jembatan yang menghubungkan Desa Long Melah dan Marah Haloq telah masuk daftar MYC dengan total anggaran Rp36,7 miliar, yang rencananya akan dituntaskan dalam dua tahap, Rp12,7 miliar dan Rp23 miliar,” jelasnya saat ditemui media pada Selasa (25/11/2025).
Aidil Fitri optimis dalam waktu dua tahun dari 2026-2027, pengerjaan jembatan dapat selesai. Dirinya pun mendorong agar pihak pemerintah dapat segera memulai pekerjaan di awal 2026, mengingat Pemerintah dan DPRD telah sepakat jembatan tersebut masuk dalam proyek tahun jamak.
Selain jembatan, legislator PKS ini juga mendesak percepatan penyelesaian Jalan Poros Simpang Baturedi. Jalan ini merupakan satu-satunya akses jalan umum milik pemerintah, namun saat ini masyarakat terpaksa menumpang jalan perusahaan sawit lantaran jalan poros kondisinya rusak.
“Jangan sampai pemerintah tidak punya akses jalan. Selama ini masyarakat jalannya numpang dengan jalan perusahaan. Ketika curah hujan tinggi, jalan di kilometer 3 itu banjir dan masyarakat terisolasi,” tegas Aidil Fitri.
Baca juga : Bupati Luncurkan Layanan e-KTP bagi Warga Telen
Untuk kelanjutan pembangunan ruas ini, telah dialokasikan anggaran Rp55 miliar dalam skema MYC, melanjutkan program MYC periode sebelumnya. Dengan anggaran itu dialokasikan untuk perbaikan 6 km jalan.
“Jembatan dan jalan dua-duanya sangat diperlukan masyarakat. Saya meminta pemerintah agar dua-duanya masuk di tahap pertama karena ini sangat mendesak. Ini adalah kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti hambatan pada kelanjutan pembangunan jalan poros, dimana ada beberapa ruas jalan masih terhalang oleh status Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK).
“Saya berharap pihak pemerintah segera membebaskannya dari KBK agar kelanjutan jalan ini bisa dibangun. Pemerintah harus segera memulai proyek vital jembatan dan jalan ini di awal tahun, mengingat anggaran sudah dialokasikan untuk tahun jamak 2026-2027,” pungkas Aidil Fitri. (Put/Qad)






