Kutai TimurOlahraga

Bupati Ardiansyah Buka Dispora Cup 2025, Arung Jeram Kutim Disebut Punya Potensi Ekonomi Besar

Korsa.id, Kutai Timur – Sungai Poros Sangatta–Rantau Pulung Km 20 kembali menjadi pusat perhatian dengan bergulirnya Arung Jeram Open Tournament Dispora Cup H2H dan Slalom R4 Kutim 2025. Ajang ini bukan hanya memacu adrenalin, tetapi juga mempertegas potensi sungai di Kutim sebagai arena olahraga sekaligus destinasi ekonomi berbasis masyarakat. Turnamen ini juga menjadi bagian dari penjaringan atlet menuju Porprov 2026.

Kegiatan yang dihelat oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kutim tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang menyampaikan kedekatannya dengan olahraga air satu ini.

“Saya sejak 2010 hampir tiap tahun arung jeram di Malang, Bali, hingga Jogja. Dan ketika tahun 2018 Irwan Vektong datang menyampaikan bahwa Sungai Sangatta siap dijadikan arena jeram, saya benar-benar tak menyangka,” kenangnya di hadapan peserta.

Bupati Ardiansyah menegaskan, jeram di Kutim memiliki karakter yang tidak kalah seru dari daerah lain. Ia juga membantah isu mengenai keberadaan buaya di jalur arung jeram, sembari menyampaikan kegembiraannya atas pelaksanaan turnamen tahun ini yang digelar di titik lintasan berbeda dan lebih menantang.

Lebih jauh, ia menyoroti peluang ekonomi kerakyatan yang bisa lahir dari olahraga petualangan tersebut.

“Arung jeram bukan sekadar olahraga. Ini bisa jadi peluang usaha bagi masyarakat dan komunitas pecinta aktivitas air. Kelak jika jalur sepanjang 10–12 kilometer ini ramai, masyarakat akan ikut merasakan manfaat ekonominya,” tegasnya.

Selain arung jeram, Bupati menegaskan Kutim tetap konsisten menghadirkan berbagai event olahraga yang selaras dengan pengembangan wisata daerah, mulai dari voli, futsal, hingga sepak bola usia dini.

Dalam penutup sambutannya, ia berpesan agar seluruh peserta menjaga sportivitas, karena hal itu merupakan cermin kerja sama dan disiplin tim. Ia juga percaya, atlet terbaik dari kompetisi ini akan memperkuat Kutim di Porprov Paser 2026.

Race Director Aidil Putra, mewakili Ketua FAJI Kutim Pandi Widiarto, melaporkan bahwa turnamen tahun ini diikuti 90 atlet yang tergabung dalam 18 tim: 12 tim putra dan 6 tim putri. Peserta datang dari Kutim, Samarinda, Kutai Barat (Kubar), hingga Balikpapan, dan berlomba di lintasan cepat sepanjang 200 meter.

Sistem pengamanan diterapkan secara kolaboratif oleh Damkar, Lanal, Basarnas, dan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan terkendali. Aidil mengimbau seluruh atlet menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung keselamatan dan sportivitas.

Sementara itu, Wakil Ketua V KONI Kutim, Supiansyah, menegaskan bahwa ajang ini menjadi bagian dari proses seleksi atlet yang akan turun di babak kualifikasi Porprov Paser 2026. Ia kembali menyampaikan pesan Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono, agar para atlet menjaga mental juang, disiplin, dan siap menghadapi turnamen lanjutan.(Adv)

Baca Juga

Back to top button