Abdurahman KA Minta Pemprov Kaltim Tidak Tutup Mata Terhadap Jalan di PPU dan Paser
Korsa.id, Samarinda – Meskipun hampir semua jalan provinsi di Kabupaten Paser diklaim sudah mantap, Sekretaris Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Abdurahman KA, mendesak Pemprov Kaltim untuk tidak menutup mata terhadap infrastruktur lain.
Dirinya menyoroti delapan ruas jalan vital di Paser dan PPU yang kondisinya memprihatinkan, meski belum berstatus jalan provinsi. Abdurahman menegaskan, keberpihakan Pemprov tidak boleh terhenti hanya karena status administratif jalan. Dimana ruas jalan provinsi di Paser hanya dua.
“Tapi kita tidak bisa menutup mata pada delapan ruas lainnya yang juga dibutuhkan oleh masyarakat. Pembangunan harus tetap didorong walaupun status jalannya belum masuk provinsi,” tegas Abdurahman.
Data dari Dinas PU Paser menunjukkan, delapan ruas non-provinsi ini membutuhkan dana fantastis, sekitar Rp1,2 triliun, untuk peningkatan kualitas total. Kebutuhan dana yang besar ini, kata Abdurahman, mustahil dipenuhi APBD Paser yang terbatas.
Baca juga :Â Dispora Kaltim Akan Pertandingkan 14 Cabor di POPDA 2025 Penajam Paser Utara
Oleh karena itu, ia mendorong Pemprov Kaltim segera hadir melalui bantuan keuangan atau skema pendanaan lain. Dimana Pemkab Paser sudah berupaya mengusulkan perubahan status delapan ruas tersebut ke pemerintah pusat agar diakui sebagai jalan kabupaten, upaya untuk membuka peluang dukungan anggaran yang lebih luas.
“Kalau menunggu perubahan status sampai menjadi jalan provinsi, tentu akan memakan waktu. Maka itu, kita perlu memperjuangkan dukungan anggaran berdasarkan urgensi kebutuhan di lapangan,” tambahnya.
Sorotan juga diarahkan ke Penajam Paser Utara (PPU), tepatnya ruas Ambulu–Minung sepanjang 500 meter. Meskipun pendek, kualitas perbaikan sebelumnya dinilai belum memadai. “Ruas Ambulu–Minung itu pendek, hanya setengah kilometer, tapi fungsinya besar. Harus diprioritaskan juga,” tambahnya.
Baca juga :Â Tanggapi Jalan Longsor, Kades Jembayan Berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten
Abdurahman mengingatkan, Paser adalah pintu gerbang Kaltim dari arah selatan, berbatasan langsung dengan Kalsel. Status strategis ini menuntut penguatan infrastruktur perbatasan demi menjaga konektivitas dan menggerakkan perekonomian.
“Infrastruktur jalan itu bukan soal status, tapi soal fungsi dan dampaknya untuk masyarakat. Kalau jalan belum provinsi tapi jadi urat nadi warga, tetap harus kita perjuangkan. Karena bagi masyarakat, yang penting jalan itu bisa dilalui dengan aman dan nyaman,” tutupnya, menekankan keberpihakan kepada rakyat. (Put/Qad-Adv)






