DPRD Kaltim Terima Kunjungan Belajar SMA Karakter Bangsa
Korsa.id, Samarinda – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali membuka pintunya lebar-lebar sebagai arena belajar politik bagi generasi muda.
Pada Selasa (21/10/2025), puluhan siswa-siswi SMA Karakter Bangsa menyerbu ruang rapat Komisi IV DPRD. Mereka datang bukan untuk berdemonstrasi, melainkan untuk belajar langsung tentang peran dan fungsi lembaga legislatif daerah.
Rombongan pelajar disambut hangat oleh Ketua Komisi IV, Baba, Wakil Ketua Andi Satya Adi Saputra, serta anggota dewan lainnya yang lengkap, termasuk Agusriansyah Ridwan, Agus Aras, dan Damayanti.
Anggota Komisi IV, Agusriansyah Ridwan, menyampaikan apresiasi atas semangat para pelajar yang ingin “ngopi-ngopi” politik langsung di kantor dewan. Ia menekankan bahwa keterbukaan ini adalah bagian penting dari pendidikan politik yang sehat.
Baca juga : Agusriansyah Dukung Wifi Gratis di Sekolah
“Kita patut berbangga, karena lembaga DPRD kini sudah menjadi ruang bersama dengan masyarakat. Termasuk pelajar-pelajar kita yang sudah mulai berinteraksi secara baik dengan DPRD,” ujar Agusriansyah.
Selama sesi, para siswa tak hanya dicekoki teori soal tugas pokok dan fungsi (tupoksi) DPRD. Sesi kemudian berubah menjadi diskusi interaktif yang membahas isu-isu panas di Kaltim.
Beberapa topik diskusi yang dijamin relevan dengan masa depan generasi muda di Kaltim mulai dari, peluang kerja pasca industri tambang, dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan kebijakan pendidikan Pemprov Kaltim, seperti program Gratispol dan Jospol.
Baca juga : Wabup PPU Hadiri HUT REI ke-53, Usung Tema “Propertinomic Sukseskan 3 Juta Rumah”
Diskusi ini sengaja dirancang agar para pelajar lebih “melek” terhadap tantangan dan peluang di daerah mereka.
“Kami membahas isu-isu yang relevan dengan kehidupan pelajar dan pemuda saat ini. Tujuannya agar mereka lebih peka terhadap tantangan dan peluang yang ada di daerahnya,” jelas Agusriansyah.
Ia berharap pertemuan ini menjadi awal bagi generasi muda untuk melihat politik secara konstruktif, bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai ruang partisipasi dan kontribusi nyata.
“Semoga dengan pertemuan ini, generasi muda kita semakin terdorong untuk memahami secara detail tentang tupoksi DPRD. Dengan begitu, mereka bisa bersama-sama ikut mewujudkan harapan dan cita-cita bangsa,” tutupnya. (Put/Qad-Adv)






