BeritaKaltimOlahraga

Dispora Setor 5 Nama Putri Kaltim ke Kemenpora, Satu Delegasi Akan Dikirim ke Singapura

Korsa.id, Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) resmi menuntaskan seleksi tingkat provinsi untuk program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2025, khususnya Singapore Indonesia Youth Leaders Exchange Programme (SIYLEP). Dari 15 peserta yang lolos seleksi administrasi, kini telah terpilih lima kandidat terbaik yang akan diserahkan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.

Kelima nama tersebut ialah Andyni Jasmine Cantika Dewi, Kayla Dinda Utomo, Marla Pisganidiy, Rana Inastri, dan Syifa Nur Aini. Mereka berasal dari Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Selanjutnya, Kemenpora akan menentukan satu nama delegasi dari Kaltim untuk diberangkatkan ke Singapura.

“Dispora Kaltim hanya mendapat kuota satu peserta wanita usia 20–30 tahun. Karena itu, lima nama terbaik hasil seleksi daerah ini kami setor ke Kemenpora untuk dipilih satu yang mewakili Kaltim di tingkat nasional,” jelas Sub Koordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan (K3) Dispora Kaltim, Rusmulyadi, Rabu (21/5/2025).

Seleksi tingkat provinsi berlangsung sejak 14–16 Mei 2025 di Samarinda dengan proses ketat. Para peserta dinilai dari berbagai aspek, mulai dari kemampuan bahasa Inggris, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, komunikasi, hingga kepribadian. Bahkan nilai TOEFL menjadi salah satu syarat utama.

Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kaltim, Mardareta, menambahkan, peserta yang akan diberangkatkan tidak hanya dituntut cerdas dan fasih berbahasa Inggris, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, karakter kuat, serta wawasan budaya dan keagamaan.

“Tes ini tidak mudah. Kami ingin mencari sosok yang siap tampil di level internasional, karena mereka nanti menjadi wajah Kaltim sekaligus Indonesia di Singapura,” tegasnya.

Sesuai jadwal, seleksi nasional akan dilaksanakan pada 2 Juni 2025 dan hasilnya diumumkan pada 10–13 Juni. Peserta terpilih akan menjalani pembekalan intensif di Jakarta sebelum berangkat ke Singapura, mencakup pelatihan kepemimpinan, diskusi kebijakan publik, hingga kegiatan sosial lintas budaya.

Program SIYLEP sendiri merupakan kerja sama strategis Indonesia–Singapura di bawah payung PPAN, dengan tujuan memperkuat hubungan antarnegara melalui pertukaran budaya, pendidikan, dan kepemudaan.(Adv)

Baca Juga

Back to top button