
Korsa.id, Penajam – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) ke-15 se-Kaltim tahun 2025, Selasa (27/5/2025). Rakor yang berlangsung di Aula Gedung Kemenko 3, kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara ini diikuti sekitar 100 peserta dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim.
Kepala Dispora Kaltim, HM Agus Hari Kesuma (AHK), menjelaskan Rakor menjadi forum penting untuk menyamakan langkah dan memperkuat kerja sama antarwilayah, terutama dalam penyusunan program kepemudaan dan keolahragaan.
“Program dari kabupaten dan kota harus berjalan selaras. Rakor ini menjadi wadah strategis untuk menyatukan persepsi, sehingga pembinaan pemuda dan olahraga bisa lebih terintegrasi di Bumi Etam,” ujar AHK.
Pemilihan IKN sebagai lokasi Rakor juga dinilai simbolis. Peserta dapat sekaligus melihat langsung kemajuan pembangunan pusat pemerintahan baru Indonesia. “Selain koordinasi, kita juga mengenalkan perkembangan IKN sebagai bagian dari promosi pembangunan nasional,” tambahnya.
Langkah itu mendapat apresiasi Otorita IKN. Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, menyebut kegiatan ini mencerminkan sinergi nyata antarlevel pemerintahan. “Rakor ini menunjukkan kolaborasi aktif antara provinsi dengan kabupaten/kota. Harapan kami, sinergi ini tidak berhenti di forum, tetapi berlanjut dalam program konkret,” ungkapnya.
Dalam Rakor, sejumlah isu strategis turut dibahas. Sekretaris Dispora Kaltim, Sri Wartini, menekankan pentingnya penyelarasan tugas pembinaan pemuda dan olahraga dari pusat hingga daerah.
Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading, menyoroti krisis atlet profesional di masa depan jika tidak ada pembinaan serius sejak dini. Ia meminta kabupaten/kota segera membentuk tim Desain Olahraga Daerah (DOD) sebagai tindak lanjut Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
“Prestasi atlet tidak bisa instan, butuh proses panjang, pembinaan berjenjang, dan kompetisi rutin di daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Pembudayaan Olahraga, AA Bagus Surya Saputra Sugiarta, memaparkan pentingnya mengangkat olahraga tradisional Kaltim seperti sumpit, gasing, dan egrang. Selain untuk pelestarian budaya, kegiatan ini bisa digandeng dengan pemberdayaan UMKM lokal.
“Setiap event olahraga tradisional bisa disinergikan dengan bazar UMKM, sehingga ekonomi masyarakat juga bergerak,” jelas Bagus.
Dispora Kaltim juga mendorong sekolah-sekolah di bawah naungan Disdik untuk menjadikan olahraga tradisional sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler.
Alimuddin dari Otorita IKN menutup dengan menegaskan peran penting pemuda daerah. “Selama IKN masih berada dalam administrasi Kaltim, tanggung jawab pembinaan pemuda dan olahraga tetap milik kita bersama. Pemuda daerah harus jadi pelaku aktif dalam perkembangan IKN,” pungkasnya.(Adv)






