Perkuat Daya Saing Produk Lokal, Disperindagkop PPU Tampilkan Kerajinan Unggulan di TTG 2025

Korsa.id , Penajam — Dalam rangka mendukung kemajuan industri kreatif dan memperkenalkan potensi daerah ke kancah yang lebih luas, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berpartisipasi dalam ajang Teknologi Tepat Guna (TTG) 2025 yang diselenggarakan di wilayah Kabupaten PPU.
Pameran tersebut menghadirkan beragam produk unggulan lokal yang merupakan hasil karya pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) binaan daerah. Kepala Bidang Perindustrian Disperindagkop dan UKM PPU, Syamsul Adha, menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam TTG ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mengangkat potensi lokal ke tingkat nasional.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperlihatkan bahwa Kabupaten PPU memiliki kekayaan budaya dan keterampilan masyarakat yang sangat potensial, terutama dalam sektor kerajinan tangan dan industri rumah tangga,” ujar Syamsul.
Beberapa produk yang ditampilkan dalam pameran tersebut antara lain Batik Epoprin, kerajinan manik-manik, serta berbagai produk berbahan kayu lokal. Salah satu yang menjadi perhatian khusus adalah kerajinan kayu ulin dari limbah yang telah diolah menjadi barang bernilai tinggi seperti talenan, cobek, dan alat dapur lainnya. Produk ini bahkan telah beberapa kali ditampilkan di ajang pameran tingkat nasional karena kualitas dan keunikannya.
“Kerajinan dari kayu ulin ini sangat diminati, bukan hanya karena bahan bakunya yang khas Kalimantan, tetapi juga karena pengolahannya yang ramah lingkungan dan fungsional. Ini adalah bukti bahwa limbah pun bisa menjadi barang bernilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan kreatif,” jelas Syamsul.
Selain itu, Batik Epoprin yang merupakan karya asli perajin lokal juga menjadi daya tarik tersendiri. Batik ini memiliki motif dan corak yang terinspirasi dari nuansa budaya lokal serta ikon-ikon Nusantara, termasuk simbol Ibu Kota Negara (IKN) yang kini tengah dibangun di wilayah Kalimantan Timur.
Syamsul Adha menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti TTG dapat terus memberikan ruang ekspresi dan promosi bagi pelaku industri lokal. “Kami mengangkat beberapa tema pada pameran kali ini yang menggambarkan kekuatan budaya, kreativitas, dan keberlanjutan. Semoga melalui kesempatan ini, produk lokal PPU bisa semakin dikenal dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Pameran TTG 2025 ini tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi kreativitas masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan jejaring bisnis antara pelaku usaha dengan stakeholder, investor, dan masyarakat luas. Antusiasme pengunjung pun tinggi, dengan banyak yang menunjukkan minat terhadap produk-produk yang dipamerkan. (adv/dr/yu)