Diskominfo KutimKutai Timur

Pemkab Kutim Dorong Percepatan Pelabuhan Kenyamukan

Korsa.id, Sangatta – Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan di Kutai Timur (Kutim) diharapkan segera diselesaikan. Kehadiran pelabuhan ini nantinya menjadi salah satu penunjang konektivitas daerah, sekaligus membuka peluang tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru.

Harapan tersebut disampaikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Istimewa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kutim di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Kutim, Kamis (8/10/2026).

Sidang paripurna dipimpin Ketua DPRD Kutim Jimmi, didampingi Wakil Ketua Sayyid Anjas dan Prayunita Utami. Turut hadir Wakil Bupati Mahyunadi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah undangan.

Dalam kesempatan itu, Ardiansyah menekankan bahwa Pelabuhan Kenyamukan memiliki peran penting dalam mendukung hubungan transportasi dan aktivitas ekonomi Kutim.

“Pelabuhan Kenyamukan memiliki strategis guna perkuat konektivitas, sekaligus membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kutim,” ujar Ardiansyah.

Ia menjelaskan, posisi Pelabuhan Kenyamukan yang berada di jalur potensial Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II menjadi salah satu peluang bagi daerah. Karena itu, penyelesaian pembangunannya perlu dipercepat agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat.

Namun, menurutnya, pembangunan pelabuhan tidak hanya berhenti pada penyelesaian fisik. Pemerintah juga harus memastikan berbagai kebutuhan pendukung sudah dipersiapkan sebelum pelabuhan beroperasi secara maksimal.

Beberapa hal yang menjadi perhatian di antaranya akses jalan menuju pelabuhan, kelengkapan sarana dan prasarana, kelembagaan pengelola, hingga pemenuhan berbagai persyaratan operasional.

Ardiansyah juga mengaitkan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan dengan upaya memperlancar distribusi hasil produksi daerah. Dengan konektivitas yang semakin baik, pengiriman hasil pertanian, perkebunan, serta komoditas lainnya diharapkan menjadi lebih mudah.

Selain sektor perdagangan, peningkatan akses transportasi juga berpeluang mendukung pengembangan pariwisata di Kutim melalui kemudahan mobilitas masyarakat maupun wisatawan.

Di sisi lain, Pemkab Kutim mencatat adanya peningkatan persentase jalan kabupaten dalam kondisi mantap. Pada 2024, capaian tersebut berada di angka 33,27 persen, kemudian meningkat menjadi 34,78 persen pada 2025.

Peningkatan kualitas jalan tersebut menjadi bagian dari pembangunan infrastruktur yang saling berkaitan. Jalan, jembatan hingga pelabuhan diharapkan dapat terhubung untuk memperlancar mobilitas orang dan distribusi barang ant wilayah.

Pemkab Kutim sendiri terus menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu penopang dalam mewujudkan visi daerah, yakni Kutai Timur Tangguh, Mandiri dan Berdaya Saing.

Ardiansyah berharap pembangunan konektivitas dapat terus dilanjutkan secara terarah, sehingga tidak hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga memberikan manfaat bagi aktivitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kutai Timur dalam jangka panjang.(It/Nt/Dr)

Baca Juga

Back to top button