Diskominfo KutimKutai TimurOlahraga

Beasiswa hingga Seragam Gratis, Ini Upaya Kutim Perluas Akses Pendidikan

Korsa.id, Sangatta – Dukungan pendidikan menjadi salah satu langkah yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) untuk menyiapkan generasi muda yang berkualitas. Berbagai program disiapkan, mulai dari bantuan biaya pendidikan, beasiswa bagi penghafal Al-Qur’an, hingga pembagian perlengkapan sekolah gratis bagi peserta didik.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) perlu dimulai dengan membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui program yang telah disiapkan, pemerintah berharap anak-anak Kutim dapat memperoleh pendidikan dan mengembangkan potensi mereka.

“Pemerintah telah menyiapkan program ini dengan baik. Dengan harapkan memunculkan kualitas SDM yang mumpuni ke depannya. Kita sudah menghadirkan berbagai kebijakan terkait hal ini. Di antaranya melalui program beasiswa Kutim Tuntas dan Kutim Stimulan. Selain itu, guna memperkuat sisi spiritual bagi generasi muda, pihaknya juga memberikan beasiswa bagi 1.000 Hafidz/Hafizah setiap tahun,” ujar Ardiansyah Sulaiman.

Selain bantuan beasiswa, Pemkab Kutim juga memberikan buku, seragam, dan sepatu secara gratis bagi peserta didik mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP).

Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kebutuhan pendidikan sejak usia dini. Dengan adanya perlengkapan sekolah, pemerintah berharap peserta didik dapat mengikuti kegiatan belajar dengan lebih baik.

Upaya memperluas akses pendidikan juga berkaitan dengan capaian pembangunan manusia di Kutim. Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah Angka Harapan Lama Sekolah (HLS), yang menggambarkan perkiraan lamanya pendidikan formal yang akan ditempuh anak pada masa mendatang.

Berdasarkan data yang disampaikan, HLS Kutim meningkat dari 13,02 tahun pada 2024 menjadi 13,22 tahun pada 2025. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan dalam melihat perkembangan sektor pendidikan di daerah.

Pemkab Kutim juga menargetkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada 2025, IPM Kutim tercatat sebesar 76,48. Angka tersebut ditargetkan meningkat menjadi 76,70–76,90 pada 2026 dan mencapai 77,00–77,30 pada 2027.

Target tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas pendidikan serta kesehatan masyarakat.

Selain pendidikan, kesehatan turut menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Angka harapan hidup penduduk Kutim pada 2025 tercatat mencapai 74,87 tahun.

Pendidikan dan kesehatan memiliki keterkaitan dalam membangun masyarakat yang produktif. Akses pendidikan yang lebih baik perlu diimbangi dengan kondisi kesehatan yang mendukung agar masyarakat dapat mengembangkan kemampuan dan berpartisipasi dalam pembangunan.

Ardiansyah menegaskan, peningkatan kualitas manusia merupakan bagian penting dari arah pembangunan Kutim periode 2025–2029 yang mengusung visi “Terwujudnya Kutai Timur Tangguh, Mandiri dan Berdaya Saing”.

Melalui program beasiswa, bantuan perlengkapan sekolah, dan peningkatan layanan dasar, pemerintah daerah berupaya memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan dan meningkatkan kualitas hidup.

Pada akhirnya, pembangunan SDM diharapkan tidak hanya tercermin dari capaian angka pendidikan dan kesehatan, tetapi juga dari semakin terbukanya kesempatan bagi generasi muda Kutim untuk mengembangkan potensi dan berkontribusi bagi daerah.(Put/Ak/As)

Baca Juga

Back to top button