DesaEkonomiEntertainmentKaltimPemkabĀ PPUPenajam Paser UtaraRagam

Pemkab PPU Ajak Swasta dan Kampus Kolaborasi Selamatkan Ekosistem Bawah Laut Kawasan Pulau Gusung

Korsa.id, Penajam – Keberlanjutan ekosistem bawah laut di kawasan Pulau Gusung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), kini berada di titik krusial dan membutuhkan penanganan darurat.

Kondisi terumbu karang di wilayah pesisir tersebut mengalami degradasi yang mengancam keanekaragaman hayati laut, sehingga menuntut aksi pemulihan yang cepat, terencana, dan masif.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU secara terbuka mengakui bahwa proses rehabilitasi terumbu karang bukanlah pekerjaan instan yang dapat tuntas dalam hitungan bulan. Upaya pemulihan ini memakan waktu bertahun-tahun serta membutuhkan alokasi dana yang sangat besar.

Namun, dengan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemkab PPU menyadari bahwa mereka tidak mungkin menanggung seluruh beban pembiayaan konservasi ini sendirian.

Baca juga :Ā Kisah 40 Relawan Lintas Nusantara Membangun Asa di Pulau Miang

Guna mencegah dampak kerusakan ekologi yang lebih luas di perairan Benuo Taka, Pemkab PPU mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk turun tangan. Mulai dari korporasi swasta, lembaga donor lingkungan, hingga institusi pendidikan, semuanya diharapkan dapat bergandengan tangan menyelamatkan ekosistem Pulau Gusung.

“Penanganan ekosistem pesisir memerlukan alokasi dana dan sumber daya yang tergolong besar. Pemerintah daerah memilih skema kolaborasi lintas sektor agar program pemulihan lingkungan tidak mandek di tengah jalan,” ungkap Asisten I Setda PPU, Nicko Herlambang, Rabu (16/9/2026).

Skema gotong royong ini dinilai menjadi kunci utama agar misi pelestarian alam bawah laut dapat berjalan efektif tanpa mengandalkan APBD semata.

Baca juga :Ā Kibarkan Merah Putih di Laut Pulau Miang, Gelorakan Kemerdekaan dan Misi Penyelamatan Karang

Meski tantangan pembiayaan cukup besar, secercah harapan telah muncul melalui sinergi awal yang dibangun bersama sejumlah pihak.

Upaya penyelamatan lingkungan bahari di PPU kini mulai digerakkan lewat kerja sama dengan Yayasan STT Migas Balikpapan serta kelompok masyarakat lokal, seperti Kompak Nusa Bahari dan komunitas mangrove Jenepura.

Adanya bantuan hibah yang telah disalurkan diharapkan mampu menjadi pemicu awal dari gerakan besar penyelamatan ekosistem laut PPU.

Baca juga :Ā Operasi Pencarian ABK Kapal Ferry Mukhlisa, Basarnas Kerahkan Drone Thermal dan ROV

Melalui langkah awal ini, Pemkab PPU optimis kesadaran ekologis publik akan semakin meningkat, sekaligus mampu menarik minat para pelaku industri di Kalimantan Timur untuk ikut ambil bagian dalam menjaga kelestarian laut Pulau Gusung. (Aw/As-Adv)

Baca Juga

Back to top button