BeritaKaltimOlahraga

Kemenpora Apresiasi PKPMD Kaltim, Jadi Pilot Project Kaderisasi Pemuda Daerah

Korsa.id, Samarinda – Program Pendidikan Kader Pemimpin Muda Daerah (PKPMD) 2025 yang digagas Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat apresiasi besar dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Program ini dinilai sebagai terobosan inovatif karena menjadi yang pertama di Indonesia yang mengadopsi sistem Pendidikan Kader Pemimpin Muda Nasional (PKPMN) ke tingkat provinsi.

Subkoordinator Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda Dispora Kaltim, Rusmulyadi, mengungkapkan bahwa pihak Kemenpora sempat terkejut ketika mengetahui Kaltim sudah melaksanakan PKPMD.

“Ketika kami melaporkan ke pusat, mereka kaget. Ini bentuk inovasi kami, karena pemuda itu sebenarnya hanya butuh diberi kesempatan,” ujarnya usai mendampingi peserta kunjungan studi ke DPRD Kaltim dan IKN.

Menurutnya, selama ini PKPMN yang diadakan Kemenpora sejak 2020 hanya menyediakan kuota terbatas, yakni 2–3 peserta per provinsi setiap tahun. Kondisi itu membuat banyak pemuda daerah tidak bisa memperoleh kesempatan berharga untuk ditempa dalam pendidikan kepemimpinan.

“Kaltim sudah luar biasa, memikirkan sudah sampai ke situ,” kata Rusmulyadi menirukan tanggapan pejabat pusat.

Dispora Kaltim kemudian menghadirkan versi daerah melalui PKPMD. Materi, pola pembinaan, hingga sistem pendampingannya serupa dengan program nasional. Bedanya, peserta di tingkat provinsi lebih banyak, sehingga peluang pemuda daerah untuk ikut lebih luas.

Sebanyak 50 pemuda-pemudi pilihan dari 10 kabupaten/kota di Kaltim telah mengikuti PKPMD 2025 sejak Selasa (10/6/2025). Program berlangsung selama lima hari penuh di Aula Kantor Dispora Kaltim, Gedung Kadrie Oening Tower, Sempaja Samarinda, dibuka langsung oleh Kepala Dispora Kaltim, HM Agus Hari Kesuma.

“Program ini berjalan siang malam, penuh dengan materi teori dan praktik,” jelas Rusmulyadi. Peserta mendapatkan pengetahuan dari akademisi, praktisi lapangan, hingga pembinaan mental dan fisik (Bintalsik) ringan yang melibatkan instruktur dari TNI/Polri. Selama kegiatan, mereka juga ditempa disiplin ketat dan pola hidup sehat, termasuk asupan gizi yang terkontrol.

Menjelang penutupan pada Sabtu (14/6/2025), para peserta diminta menyusun <span;>Proyek Perubahan<span;> yang akan mereka implementasikan di daerah masing-masing. Harapannya, ilmu yang diperoleh tidak hanya berhenti pada individu, tetapi berdampak nyata pada masyarakat.

Sejumlah peserta bahkan mengaku PKPMD menjadi pengalaman yang mengubah cara pandang mereka. “Perubahan itu dimulai ketika kita berani keluar dari kebiasaan. Saya merasa beruntung bisa ikut PKPMD,” ungkap salah satu peserta putri yang ditirukan Rusmulyadi.

Dengan selesainya kegiatan ini, para peserta resmi menjadi alumni PKPMD Kaltim angkatan pertama. Mereka akan terus dibina melalui forum kepemudaan daerah dan disiapkan menjadi “cadangan strategis” untuk kader PKPMN di tingkat nasional.

“Kalau daerah lain ingin belajar, silakan. PKPMD Kaltim 2025 ini kita jadikan role model dan pilot project dalam pengkaderan pemimpin muda. Jadi ini bukan proyek gagal, tapi investasi masa depan,” tegas Rusmulyadi.(Adv)

Baca Juga

Back to top button