EkonomiKutai TimurPendidikan

Pengusaha Konfeksi di Sangatta Alami Penurunan Omset Hingga 70%

Korsa.id, Sangatta – Musim tahun ajaran baru yang biasanya menjadi ladang rezeki bagi para pengusaha konfeksi dan tailor di Kota Sangatta, kini justru menghadirkan cerita pilu. Selama dua tahun terakhir, omset mereka terjun bebas akibat minimnya pelibatan UMKM lokal dalam program pengadaan seragam sekolah oleh pemerintah daerah.

Kondisi memprihatinkan ini dirasakan oleh salah satu konfeksi besar di Kota Sangatta yang terletak di Jalan Abdul Wahab Syahranie. Nur Syaid selaku owner Konfeksi Kutai Timur mengaku selama dua tahun ini alami penurunan omset hingga menyentuh angka 70%.

“Tahun-tahun sebelumnya, kami masih sering mendapatkan job dari Dinas Pendidikan maupun dinas-dinas di Pemda. Namun, selama dua tahun ini, semuanya sepi,” keluh Nur Syaid dengan nada lesu.

Tidak main-main, Dampak domino dari sepinya pesanan ini memaksa banyak karyawannya kehilangan pekerjaan dan terpaksa pindah haluan mencari nafkah di bidang lain demi menyambung hidup.

“Selama dua tahun ini sangat menurun sekali, penurunannya itu dari 20%, 50% sampai bias hamper 70%,” tambahnya.

Padahal, selama ini Konfeksi Kutai Timur bukan sekadar bisnis biasa. Tempat ini telah menjadi wadah sosial yang membuka lapangan kerja bagi anak-anak lokal. Nur Syaid secara konsisten bekerja sama dengan SMK Negeri 1 Jurusan Tata Busana untuk program pemagangan, sekaligus menyalurkan mereka ke dunia kerja setelah lulus sekolah.

“Kami juga sempat sudah mengajukan dan menawarkan, sempat ketemu sama kepala dinasnya, jawabannya juga belum dapat gitu. Ya mungkin karena belum ada anggarannya atau gimana gitu kan, enggan tau juga,” ungkapnya

Kondisi di Kutai Timur berbanding terbalik dengan kota tetangga, Bontang. Di Kota Bontang, pemerintah daerahnya berkomitmen penuh memberdayakan pengusaha konfeksi dan tailor lokal dalam pemenuhan seragam gratis, sehingga roda ekonomi UMKM setempat terus berputar.

“Harapannya itu kalau misalnya ada angaran untuk Dinas Pendidikan atau misalnya untuk seragam gratis, itu kan otomatis ada anggarannya. Ya kalau memang ada itu kan bisa disalurkan ke UMKM lokal. Jadi anggarannya itu bukan untuk luar Kaltim,” pungkas Nur Syaid penuh harap. (Put/As)

Baca Juga

Back to top button