Arfan Kupas Keterkaitan Politik dengan Kesejahteraan Sosial Bersama Warga Bengalon
Korsa.id, Kutim – Dialog sengit tentang nasib demokrasi dan kesejahteraan sosial pecah di Desa Spaso Barat, Bengalon. Dalam kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-7 pada 31 Juli 2025, isu-isu berat mulai dari degradasi politik nasional hingga kemiskinan ekstrem di Kutim dibahas tuntas di depan 117 peserta.
Acara yang mengangkat tema “Keterkaitan Antara Politik dan Kesejahteraan Sosial” ini menjadi wadah penting bagi warga untuk menyuarakan keresahan mereka.
Anggota DPRD Kaltim, H. Arfan, S.E., M.S.I., menegaskan kegiatan ini adalah bagian dari tugas dan fungsi utamanya. Politisi Nasdem ini menekankan bahwa dialog langsung adalah kunci penguatan demokrasi.
“Kegiatan ini bagian dari tugas dan fungsi kami sebagai anggota DPRD untuk terus memperkuat demokrasi melalui dialog langsung dengan masyarakat. Dari silaturahmi ini, aspirasi bisa diserap dan diwujudkan dalam kebijakan nyata,” ungkap H. Arfan.
Baca juga : Ardiansyah Kunker ke Bengalon, Pantau Desa Persiapan
Narasumber, Ansar Andasa S.H., M.H., tak segan menyinggung kondisi politik nasional pasca-Pemilu 2024, yang menurut survei disebutnya sebagai ‘Pemilu paling brutal sepanjang sejarah reformasi.’
Ansar menyoroti adanya degradasi kualitas politik dari tahun ke tahun. Namun, ia memberikan sedikit optimisme lokal.
“Kita patut bersyukur karena Bengalon berhasil mengirimkan wakilnya ke DPRD Provinsi. Ini adalah peluang agar aspirasi daerah bisa disuarakan lebih luas,” jelas Ansar.
Ia menambahkan, sistem politik yang sehat adalah jaminan kesejahteraan. Negara dengan sistem politik yang baik, cenderung mampu mengentaskan kemiskinan dan melahirkan pemimpin yang pro-rakyat.
Baca juga : Arfan Bakal Realisasikan 9 Titik Sumur Bor di Bengalon
Diskusi kemudian mengerucut pada tantangan di Kutai Timur, termasuk masih adanya masyarakat miskin ekstrem sebuah isu serius yang harus segera diatasi.
Ansar menutup sesi dengan menekankan bahwa masyarakat harus terus dilibatkan. Keterlibatan ini yang melahirkan kebijakan strategis:
“Cerminan situasi bernegara kita adalah refleksi keadaan sosial masyarakat. Maka, masyarakat harus terus dilibatkan melalui mekanisme reses, musrenbang, hingga penyerapan aspirasi lainnya. Dari sana lahirlah kebijakan strategis seperti BPJS, beasiswa, hingga subsidi perumahan,” tutup Ansar.
Baca juga : Joni : Rencana Sosialisasikan Perda Kebakaran Berlangsung di Bengalon
Dengan semangat kebersamaan, acara yang berlangsung hangat ini diharapkan dapat mendorong para pemimpin daerah untuk mengelola sektor strategis demi kesejahteraan rakyat yang lebih merata. (An/Qad-Adv)





