DesaPemkab PPUPenajam Paser UtaraPertanian

Distan PPU Siap Terapkan Sistem Pertanian Modern PM-AAS

Korsa.id, Penjama – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pertanian terus berkomitmen meningkatkan dan mendongkrak produktivitas padi daerah.

Sebagai wujud nyata mendukung program ketahanan pangan nasional, Dinas Pertanian PPU siap melaksanakan gerakan tanam padi melalui percontohan atau demplot Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS) di atas lahan seluas 6 hektare yang berlokasi di Desa Sesulu, Kecamatan Waru.

Kesiapan pelaksanaan demplot ini semakin diperkuat dengan kunjungan kerja Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) / BRMP Provinsi Kalimantan Timur beberapa waktu lalu.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk berkoordinasi terkait teknis pelaksanaan, mengidentifikasi fasilitas pendukung yang dibutuhkan, sekaligus melakukan peninjauan lapangan guna memastikan kesiapan lokasi.

Baca juga : Abdul Rahman Wahid Dorong Pengembangan Demplot Pertanian Di Sepaku untuk Perkuat Ketahanan Pangan IKN

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian Kabupaten PPU, Gunawan, mengungkapkan bahwa Kabupaten PPU mendapatkan alokasi program PM-AAS seluas 3.546 hektare dari total alokasi Kalimantan Timur yang mencapai 7.125 hektare. Program ini merupakan bagian dari gerakan nasional penerapan 1 juta hektare PM-AAS yang dilaksanakan secara bertahap hingga akhir tahun 2026.

“Meskipun kondisi cuaca saat ini masih dalam dinamika kekeringan, kita tetap siap melaksanakan demplot percontohan pada lahan yang memungkinkan untuk ditanami. Ini menjadi wujud nyata kontribusi PPU dalam menambah Luas Tambah Tanam (LTT) padi secara nasional,” ujar Gunawan, Kamis (24/9/2026).

Menjelaskan perbedaan mendasar antara sistem PM-AAS dengan pola tanam konvensional yang selama ini diterapkan petani PPU, Gunawan memaparkan bahwa inovasi utama terletak pada pengaturan jarak tanam serta kerapatan populasi tanaman.

Baca juga : Dinas Pertanian PPU Belajar Ke Sleman Untuk Pengembangan Padi Organik

Pada sistem PM-AAS, jarak tanam dalam barisan dibuat lebih rapat dengan pengaturan jarak antarbaris sekitar 20 centimeter. Pola penataan ini mampu meningkatkan populasi tanaman hingga dua kali lipat dibandingkan metode konvensional, yakni mencapai hingga 1 juta rumpun tanaman padi per hektare.

“Dengan populasi yang jauh lebih padat dan pengelolaan berbasis teknologi modern, hasil panen dari demplot ini diharapkan dapat melonjak signifikan melebihi rata-rata produksi petani saat ini,” jelasnya.

Desa Sesulu dipilih sebagai lokasi demplot pertama karena memiliki keunggulan ketersediaan dan kesiapan sumber daya air serta kondisi lahan yang mendukung untuk diterapkan fasilitas modern pendukung pertanian.

Fasilitas pendukung modern tersebut nantinya mencakup mekanisasi penuh dari tahap pengolahan tanah, penanaman dengan transplanter, hingga manajemen irigasi presisi.

Baca juga : DPMDes Siapkan Perbup NIPD Berbagis Digital guna Lindungi Perangkat Desa

Gerakan tanam perdana PM-AAS di Desa Sesulu dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan September ini. Acara tersebut rencananya dihadiri langsung oleh Direktur Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama Bupati PPU.

“Berharap keberhasilan demplot seluas 6 hektare di Desa Sesulu ini dapat menjadi acuan percontohan standar budidaya padi modern yang nantinya diadopsi secara masif oleh seluruh petani di PPU,” tutup Gunawan. (Aw/As-Adv)

Baca Juga

Back to top button