
Korsa.id, Bontang – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Para Tenis Meja NPCI Kalimantan Timur (Kaltim) 2025 resmi berakhir pada Rabu (21/5/2025) di GOR Pupuk Kaltim (PKT) Bontang. Setelah berlangsung selama tiga hari sejak Senin (19/5/2025), Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim mengumumkan para juara dari delapan kontingen kabupaten/kota yang bertanding.
Lebih dari 100 atlet disabilitas dari berbagai daerah unjuk kebolehan dengan penuh dedikasi dan semangat juang. Pertandingan ini tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga sarana inspirasi dan bukti nyata inklusivitas olahraga di Benua Etam.
“Selamat bagi para juara, terus pertahankan dan tingkatkan lagi. Bagi yang belum meraih medali, tetap semangat dan giat berlatih. Penampilan kalian memukau dan menjadi inspirasi, bahkan bagi atlet non-disabilitas,” ujar Kepala Dispora Kaltim, HM Agus Hari Kesuma, Kamis (22/5/2025) di Samarinda.
Ketua Panitia Pelaksana, Mujiono, menyebutkan ada 18 kategori yang dipertandingkan dengan total 72 medali yang diperebutkan, terdiri dari 18 emas, 18 perak, dan 36 perunggu. Hasilnya, Kota Balikpapan keluar sebagai Juara Umum dengan 7 emas, 8 perak, dan 6 perunggu. Posisi kedua ditempati tuan rumah Bontang dengan 4 emas, 4 perak, dan 12 perunggu, sementara Samarinda berada di urutan ketiga dengan 3 emas, 4 perak, dan 4 perunggu.
Mujiono bersyukur acara berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Menurutnya, ajang tahunan ini merupakan agenda resmi Pengprov NPCI Kaltim yang bertujuan menjaga kesehatan, stamina, dan prestasi atlet, sekaligus menjaring bibit unggul untuk pembinaan jangka panjang.
“Kejuaraan ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga ajang penjaringan atlet potensial untuk masa depan olahraga disabilitas Kaltim,” ungkapnya.
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Kota Bontang, Bahauddin, yang mewakili Wali Kota Neni Moernaeni, juga memberi apresiasi kepada seluruh pihak. Ia menegaskan, keterbatasan fisik bukanlah halangan bagi atlet disabilitas untuk berprestasi.
Bahauddin bahkan mencontohkan prestasi membanggakan dari Imka Putrama Arlin, atlet asal Bontang, yang berhasil membawa klubnya Redstar Mulhouse asal Prancis menjuarai turnamen bulutangkis di Prancis pada 17 Mei 2025.
“Imka adalah bukti bahwa anak muda Bontang memiliki potensi besar, mampu bersaing di level nasional hingga internasional. Ini sejalan dengan semangat pemerintah membangun kualitas SDM di Kaltim,” kata Bahauddin.
Setelah sukses dengan cabang tenis meja, NPCI Kaltim telah menjadwalkan Kejurprov untuk cabang olahraga lain. Pada Juni 2025 akan digelar Bochia di Kutai Timur, disusul atletik di Samarinda, renang di Tenggarong, dan bulu tangkis di Balikpapan.
Selain itu, NPCI Kaltim juga tengah mempersiapkan dua agenda besar: Pekan Paralympik Provinsi (Peparprov) di Paser tahun 2026 dan Pekan Paralympik Nasional (Peparnas) di Jakarta, November 2025.(Adv)






