Diskominfo KutimKutai TimurOlahragaPendidikan

Dispora Kutim Siapkan Pola Pendidikan Terpadu untuk Cetak Atlet Muda

Korsa.id, Sangatta – Pelajar yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga di Kutai Timur (Kutim) berpeluang mendapatkan pola pembinaan yang lebih terarah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) tengah menyiapkan konsep kelas khusus olahraga untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Program ini dirancang agar para pelajar tetap bisa menjalani pendidikan formal sekaligus mengembangkan kemampuan olahraga secara maksimal. Dengan demikian, anak-anak yang memiliki potensi menjadi atlet tidak perlu mengorbankan pendidikan demi mengejar prestasi.

Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menjelaskan bahwa konsep pembelajaran yang disiapkan memiliki komposisi 30 persen untuk kegiatan belajar dan 70 persen untuk aktivitas olahraga.

“Konsepnya 30 persen belajar dan 70 persen olahraga. Jadi sekolah tetap berjalan, tetapi anak-anak juga mendapatkan porsi latihan yang lebih banyak,” kata Basuki.

Ia menyebutkan, penerapan kelas khusus tersebut masih dalam tahap kajian dan persiapan. Nantinya, pembinaan akan menyasar pelajar tingkat SD dan SMP, dengan cabang olahraga yang akan ditentukan berdasarkan hasil kajian lebih lanjut.

Menurut Basuki, keberadaan kelas khusus ini diharapkan bisa menjadi wadah bagi anak-anak yang memiliki kegemaran maupun kemampuan di bidang olahraga. Melalui sistem tersebut, pendidikan dan pengembangan bakat dapat berjalan beriringan.

“Konsep tersebut disiapkan agar anak-anak yang memiliki potensi olahraga tidak harus memilih antara pendidikan dan prestasi. Mereka tetap memperoleh pendidikan, namun memiliki ruang latihan yang lebih terarah sesuai cabang olahraga yang ditekuni,” ujar mantan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompi) Setkab Kutim ini.

Lebih lanjut, Basuki menilai pembinaan atlet sejak usia sekolah menjadi bagian penting dalam menyiapkan regenerasi olahraga daerah. Sebab, untuk melahirkan atlet berprestasi dibutuhkan proses latihan yang konsisten dan berkesinambungan.

Ia berharap, melalui pola pembinaan yang terintegrasi dengan pendidikan formal, atlet-atlet muda Kutim dapat berkembang tanpa harus mencari tempat pembinaan ke luar daerah.

Ke depan, program ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pengembangan bakat pelajar, tetapi juga memperkuat ekosistem olahraga di Kutim. Mulai dari penjaringan bibit atlet, pembinaan sejak usia dini hingga melahirkan atlet yang mampu mengharumkan nama daerah di berbagai ajang kompetisi.(Put/Ak/As)

Baca Juga

Back to top button