Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Ingatkan Pentingnya Benteng Ideologi di Era Digital
Korsa.id, Sangatta – Pelaksanaan upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila ke-61 berlangsung khidmat di halaman Sekretariat Daerah, Bukit Pelangi, kawasan Pemerintahan Sangatta, pada Kamis (01/10/2026).
Bertindak sebagai pemimpin upacara, rangkaian kegiatan ini sukses diselenggarakan guna mengenang peristiwa bersejarah tahun 1965 sekaligus menegaskan kembali kedudukan Pancasila sebagai ideologi bangsa yang kokoh dan tak tergoyahkan.
Mengusung tema “Pancasila pemersatu bangsa menuju Indonesia berdaulat, adil dan makmur,” forum tahunan ini menjadi pengingat penting akan ketangguhan fondasi bernegara di tengah dinamika zaman.
Usai memimpin jalannya upacara, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, memberikan penekanan khusus kepada awak media agar seluruh elemen masyarakat khususnya kalangan generasi muda dan pelajar terus konsisten mempraktikkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga :Ā Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Tekankan Pentingnya Integritas dan Pengabdian ASN bagi Masyarakat
Bupati Ardiansyah mengungkapkan bahwa pesatnya perkembangan era digital saat ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi kehidupan berbangsa.
Pergeseran pola hidup modern menuntut masyarakat untuk semakin bijak dalam menyaring berbagai pengaruh arus informasi luar yang kini begitu mudah diakses.
Oleh karena itu, penguatan identitas dan ideologi bangsa dinilai krusial sebagai benteng agar kemajuan teknologi tidak sampai mencabut akar budaya masyarakat.
“Pancasila ini tetap menjadi bagian dari proses pembelajaran generasi kita, mulai dari pelajar sampai semua anak-anak bangsa di mana pun mereka berada,” ujar Ardiansyah.
Di samping tantangan digitalisasi, orang nomor satu di Pemkab Kutim ini turut menyoroti kondisi sosial masyarakat Kutai Timur yang sangat heterogen.
Baca juga :Ā Ekti Imanuel Gelar Sosper Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan
Keberagaman suku, agama, dan budaya di wilayah ini dipandang sebagai potensi besar yang harus terus dirawat melalui semangat toleransi yang tinggi.
Mengenakan setelan jas hitam, bupati mengapresiasi masyarakat Kutim yang selama ini terbukti mampu menjaga keharmonisan di tengah perbedaan serta tidak mudah terpancing oleh isu-isu provokatif yang berpotensi memecah belah.
Sikap saling menghargai antarelemen warga tersebut dinilai sebagai bukti nyata bahwa nilai-nilai Pancasila telah membumi di tengah masyarakat.
Menutup keterangannya, bupati mengingatkan kembali bahwa momen 1 Oktober tidak boleh sekadar dimaknai sebagai rutinitas seremonial belaka.
Baca juga :Ā Andi Faisal Assegaf Gelar Sosper Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Long Kali
Semangat persatuan yang diwariskan oleh para pahlawan harus dilanjutkan dalam bentuk kerja nyata untuk membangun daerah.
“Dengan adanya heterogenitas ini, kita saling menghargai satu sama lain dan konsep kita hanya satu, kita bangun Kutai Timur,” pungkasnya tegas. (Sy/As-Adv)






